Part 9: Rel Kereta Api Angker - Karena Kencing, Tedy Kesurupan Korban Kecelakaan
Hingga sampailah ane ke jalan raya dan ane melihat tedy tampak ngos2an karena lari, sementara ane masih bertanya dalam hati, kenapa tedy sampai lari.
“Knp ted, kok bisa sampai lari?” tanya ane
“Penampakan itu muncul.” Jawab tedy
“Penampakan apa lagi?” tanya ane bingung,
“Pas melek, mahluk itu..” Jawab tedy masih ngos2an gak jelas.
Bener dugaan ane, tedy pasti diikuti mahluk pria yang badannya kepotong jadi
dua karena korban kecelakaan karena kecerobohannya, sementara ane gak lihat
penampakan yang dilihat tedy, ane hanya melihat penampakan sosok anak kecil
yang menangis dilorong rel.
Hingga sampailah dirumah ane, tedy memutuskan untuk nginep dirumah ane, dia gak
berani pulang malam itu, apalagi dengan kejadian yang dia dialami.
“Ted, sana ke kamar mandi dulu!” suruh ane..
“Km duluan, masih capek...” Jawab tedy
Ane memutuskan untuk mandi malam itu (Menurut kepecayaan dikampung ane,
kalau habis ke tempat yang angker/kuburan haruslah cuci tangan kaki, biar
mahluk gaib tidak mengikuti kita). Sedangkan tedy masih terlihat duduk di kursi
belajar ane sambil sms ke ortunya kalau dia nginep di rumah ane. setelah
selesai mandi ane melihat tedy yang sudah molor terbaring dikasur ane gan.
Ane gak bisa maksa buat bangunin dia buat cuci tangan kakinya karena dia sudah
tertidur, mungkin karena capek.. Besoknya tedy memutuskan untuk pulang.
Dan malam harinya ane dapet kabar kalau tedy kesurupan, untuk jelasnya dia
kesurupan ane gak begitu tahu karena berada dirumahnya. Ane hanya dikasih kabar
sama ortunya. Tepatnya 2 hari setelah kejadian tersebut, ane memutuskan untuk
maen kerumahnya, sekedar ngobrol dengan dia. Sebenarnya tedy hampir gak pernah
lihat penampakan mahluk gaib gan, jadi kejadian yang tedy alami adalah pertama
kalinya dia liat penampakan.
“tedy, kemarin malam kesurupan,” kata ibu nya tedy
“Ketika dia kesurupan seperti mau ke luar rumah, merangkak, wajahnya pun pucat
dan ngomong gak jelas.” Imbuh ibunya.
“Kok bisa sampai begitu bu?” jawab ane pura2 gak tau..
“Saya jg gak tau knp dia bisa begitu.” Kata ibunya.
“Dirumah ini padahal gak terlalu angker.” Tambah ibunya gak tahu,
“Terus gimana ted, kok sampai kayak gitu.” Tanya ane ke tedy, ane menduga kalau
dia kesurupan gara-gara kejadian kemarin yang kita alami atau dia kencing di
tempat jasad korban kereta api tergeletak,
“Aku gak tau, yang aku tahu ketika mau kesurupan aja.” Jawab tedy,
“Aku lihat, yang kita lihat kemarin itu yaz!” Jawab tedy ke ane..
“Haaahhh.. Apa ted.” Kata ibunya
“Sebenarnya kita mancing bu, terus lihat sosok mahluk gaib, dan mahluk gaib itu
yang muncul ketika aku kesurupan, setelah itu gak inget.” Jawab tedy
”Terus km juga liat?” Tanya ibunya tedy sambil memandang wajah ane,
“Saya juga liat bu....” Jawab ane singkat.
Sebenarnya ane gak mau ngomongin secara gamblang kepada ibunya tentang kejadian
yang ane alami bersama tedy, tapi karena ane kasihan mellihat tedy dan ibunya
serta takut dimarahi juga. Akhirnya ane pun ngomong yang sebenarnya tentang
kejadian tersebut.
“Sebelum kita lihat sosok mahluk gaib itu, tedy kencing bu, dan kata warga yang
menolong kita, tedy kencing tepat dimana jasad korban kereta api itu
tergeletak.” Kata ane sambil memandang tedy,
“Dan sosok penampakan jasad korban kecelakaan itulah yang muncul menampakkan
diri ke kita.” Tambah ane lagi.
Tedy pun menunduk lesu..
“Apa mahluk itu mengikuti tedy bu?” imbuh ane.
“Ehmmmmm...” jawab ibu tedy nampak bingung
Setelah lama ane ngobrol, ane pun pamit untuk pulang, ane berharap kejadian
kesurupan itu gak terjadi ke tedy, ane nebak waktu tedy kesurupan dan mau
keluar rumah karena mau menuju rel dimana dia melihat sosok penampakan
tersebut.
Dan ternyata benar. Malam pun datang ane pun ditelp sama ibunya tedy untuk
datang kerumah. Ibunya ngomong kalau tedy mengalami kejadian yang sama dengan
kemarin. Setelah ane datang kesana nampak orang tuanya yang resah dengan
kejadian yang dialami tedy dengan ditemani orang pinter yang tahu mahluk halus.
Setelah sampai dirumah tedy, dan dia mulai sadar dengan yang dialaminya, ane
pun disuruh nganter dimana kita liat penampakan itu. Dengan pasrah mau gak mau
ane harus mengantarkan orang pinter itu ke lokasi dimana ane dan tedy melihat
penampakan. Dalam perjalanan ke sana ane hanya bisa diam, ane berharap mahluk
itu tidak menunjukan wujudnya. Hingga tibalah ane dan orang pinter itu ditempat
dimana ane dan tedy lihat penampakan.
Kejadian ane disitu sekitar jam 10 an malam. Ane bener2 takut walaupun ane
bersama orang pinter yang tau mahluk halus tetap aja ane merasa merinding,
walaupun jam 10 malam disana (agan bisa liat pict) gak ada lampu, jadi hening,
sepi dan gelap bangeta palagi kl agan liat kebon kosong yang disekitar rel
(zoom view). Sore2 aja menakutkan gan. Tapi ane berusaha memantapkan diri ane,
ane cuma duduk diatas motor sesekali menoleh pandangan ke kanan kiri, depan
belakang. Kira aja sosok mahluk yang menampakakan diri, di pict yang keliatan
genteng putih itu udh hampir sampai jalan, sedangkan rumah itu hanya satu2nya
disitu, dan gak ada penghuninya.
“Itu.. disitu pak...” ane ngomong sambil menunjukan ke rel yang dimana tedy
pingsan kedua, karena tempat disitulah kata pak roni jasad pria yang kecelakaan
tergeletak.
“Oh..” Jawab singkat orang pinter itu gan..
Gak lama kemudian orang pinter itu berjalan menuju kesitu, ajibnya dia menaiki
pondasi rel dan jongkok kesitu tanpa rasa takut, ane kurang tau apa yang
dikerjakan orang pinter itu kelihatannya seperti ngobrol sendiri atau berdoa
ane kurang tau. sementara ane menunggu diatas motor (Tepat ane berdiri dimana
ane foto lokasi di part sebelumnya), ane mencoba melawan ketakutan ane dengan
mendengarkan lagu dari headset..
Gak lama kemudian orang pinter itu menuju ke ane untuk pulang kerumah tedy.
Kita pun pulang tanpa pembicaraan apapun. Setelah sampai dirumah, barulah ada
pembicaraan gan,
“Disitu banyak roh halusnya!” Ucap orang pinter tersebut, (kalau agan
lihat difoto, disitu gak ada lampu penerangan gan, gelap banget, jauh dari
rumah warga, kalau agan disana dan teriak minta tolong belum tentu ada yang
mendengar makanya dulu ada pemerko**an hingga wajah korbannya di silet-silet
untuk menghilangkan identitas si korban atau sekedar dendam ane gak tau)
“Dia udh saya taruh lagi disana.” Tambahnya lagi.
“Haaaaahhhh” ane kaget, berati orang pinter itu boncengan sama ane dengan
membawa mahluk yang menampakkan diri ke ane.
“Berarti udh aman pak?” jawab ibunya tedy
“Insya Allah udh gpp bu, mahluk itu memang mengikuti tedy sejak dia melihat
sosok hantu tersebut.” Jawab orang pinter itu
“Disana banyak penunggunya, saya sudah dua kali kesitu dengan masalah yang
sama...” kata orang pinter itu..
“Lain kali jangan kencing sembarangan lagi, kalau kalian lewat kesana lagi gpp
yang penting kalian jangan berbuat yang macam-macam.” Tambahnya
Dalam hati ane, “Busyeeeet gpp, mulus banget ngomongnya! Jantung mau copot
lihat penampakan, lari 300 meter 2 kali, dan ditambah genjot sepeda, masih
dibilang gpp.”
“Emang yang pertama gimana pak ceritanya?” tanya ane kepo
“Sebenarnya saya dan tedy melihat anak kecil yang menangis di lorong rel situ
pak?” tambah ane
“Waktu itu ada laki-laki yang pacaran disitu, dan ternyata...” Jawab orang
pinter itu. (Kl cerita ini ane udh tahu sebelumnya gan, itu yang mengalami
teman dari teman ane, lebih sereeeemmmmm. Part selanjutnya yah)
Note: Dan sejak kejadian itu tedy gak pernah dihantui dan kesurupan lagi,
ane dan tedy pun sekarang jarang tandem mancing, dan kata-kata dari pak roni
yang menjadi tanya mulailah terjawab, hingga rumah disekitar rel (gambar:
genteng putih) mulai ane tahu, serta cerita dari orang pinter yang bikin
merinding.
Spoiler for "Lokasi kejadian":
Source : Tyazscream
Posting Komentar untuk "Part 9: Rel Kereta Api Angker - Karena Kencing, Tedy Kesurupan Korban Kecelakaan"
Posting Komentar