Part 14: Rel Kereta Api Angker - Penampakan Nenek Tanpa Tangan
Setelah dibenarkannya oleh beberapa warga yang tentang kejadian jika melhat dan mendengar penampakan mahluk halus seseorang anak kecil yang menagis bakalan terjadi kecelakaan.
Ternyata terbukti, korbannya seorang nenek yang mencari kayu. Entah dibuat
budeg atau pendengarannya yang kurang karena udah tua. Kejadian tersebut
terletak gak jauh dari korban kecelakaan sebelumnya disekitar jembatan rel
kereta api.
Menurut tetangga ane yang melihat dan menolongnya sampai-sampai badannya
seperti jadi daging yang dipotong-potong hingga daging-dagingnya ada yang
menempel di sekitar besi jembatan rel. Bahkan yang paling menyedihkan tangannya
hilang gan.
Beberapa warga juga membantu mencari potongan tangan yang hilang itu. Karena
kejadian kecelakaan tersebut terjadi pada sore hari, pencarian pun berlanjut
sampai hari esoknya tapi tetep aja belum ketemu, hingga akhirnya jasadnya
dikuburkan tanpa satu tangan karena hilang. Kalau agan liat pict, banyaknya
rerumputan menyulitkan mencari pretelan bagian yang hilang. Banyak warga yang
mengira kalau tangannya itu kecemplung kali, terbawa keretanya yang nabrak,
bahkan ada yang mengira sudah remuk terlindas.
Tempat tinggal nenek itu terletak diseberang kali gan, jadi diseberang kali pas
ane melihat penampakan bersama tedy, letaknya tepat pas ane foto ada kata-kata
(kalau ane lari kesini bisa kecemplung atau bisa mati berdiri karena sepi
banget). Dari ane foto tempat itu, rumah nenek korban kecelakan itu kurang
lebih jauhnya sekitar 20 meter an dari rel KA dan disana hanya ada 3 rumah>>>
kebon kosong>>> lapangan (Dulu lapangan itu pernah buat kemah
anak-anak SMP, kemah yang biasanya 3 hari 2 malam, akan tetapi baru satu malam
udah pada dibongkar karena banyaknya siswa yang kesurupan sama melihat
penampakan).
Perihal kejadian tentang si nenek tangannya hilang sampai menghantui tetangga
ane namanya rifky, kejadian tersebut terjadi ketika malam hari tepat besoknya
si nenek itu tewas. Setelah dia pulang dari merantau jakarta. dan bis yang dari
jakarta nyampe ke kota ane sekitar jam 2an. Waktu dia pulang dan berjalan kaki
menuju rumah, dia melihat seorang penampakan nenek-nenek yang dipunggungnya
sedang menggendong cepon untuk mengumpulkan kayu yang dicarinya..
Penampakan nenek-nenek itu disekitar waktu ane mau menerobos bawah rel, waktu
ane lihat penampakan wajah penampakan wanita rusak terus motor ane tinggal.
Karena disitu juga salah satu akses jalan untuk masuk ke perkampungan warga.
Setelah rifky turun dari bus dan hendak menuju ke rumah tentunya lewat arah
jalan bawah rel, hingga akhirnya dia melihat sosok nenek-nenek yang menggendong
dengan susah kayu yang ada dipunggungnya,
“Mbahh.. kok jam segini udah cari kayu?” tanya rifky
Nenek itu hanya merunduk gan, terlihat kesusahan membawa kayu yang
dipunggungnya, nenek itu kelihatan bungkuk. Rifky pikir karena beban kayu yang
ada dipunggungnya..
“Simbah apa mau kemana?” tanya rifky
Sekali lagi nenek itu hanya diam tak menunjukan respon apapun dari pertanyaan
rifky,
“Simbah pulangnya mana?” tanya rifky lagi
Pada waktu itu, rifky menduga kalau nenek itu sudah berkurang pendengarannya
karena sudah tua, sehingga dia mengulangi pertanyaannya lagi dengan ucapan yang
lebih keras,
“Simbah pulangnya mana?” tanya rifky
Baru pertanyaan rifky direspon oleh nenek itu dengan wajah menoleh kebelakang.
Apa yang rifky pikir mungkin rumah nenek itu tetangga desanya, barulah rifky
menawarkan memberi bantuan untuk membawakan kayu nenek itu untuk dibawa oleh
dirinya.
“Sini mbah tak bantuin!!” Ucap rifky kepada nenek itu,
Akhirnya nenek itu baru ngomong sambil memandang wajah rifky,
“GAK USAH LE, BANTU CARI TANGAN SIMBAH SAJA!!” Jawab nenek dengan
bersuara serak sambil memandang rifky,
Seketika rifky langsung kaget melihat tangan dari nenek itu, apa yang dia
lihat, tangan nenek itu terpotong dengan daging dan tulangnya yang sedikit
keluar, serta darah yang masih terlihat di sekitar lengannya, tapi penampakan
nenek itu tidak menunjukan wajah seperti penampakan lainnya yang rusak, penuh
dengan darah, atau mata yang melotot.
Dengan kejadian tersebut yang dialaminya, Rifky hanya kaget. Dia waktu itu
belum tau kalau sosok nenek itu adalah sosok penampakan korban kecelakaan yang
tewas.
Rifky masih melihat tangan nenek itu dengan tajamnya, dia hanya diam. Seketika
pandangan rifky tertoleh ke sesuatu suara disekitar tempat, setelah itu nenek
tersebut menghilang dari pandangan rifky. Dia baru tahu kalau dia dihantui
penampakan, Dia pun lari menuju ke perkampungan karena kejadian tersebut.
Kejadian esok malam harinya,
Setelah sehari kejadian tersebut, penampakan nenek tua itu muncul lagi,
kejadian itu oleh saudara sepupu ane, Deni. Karena ditempat ane banyak kebon
kosong, dia suka berburu dengan senapan angin, biasanya dia berburu bajing,
burung, bahkan biawak disekitar kali.
Pada waktu kejadian tersebut dia ditemani 2 orang temannya, ridwan dan yang
satunya lagi ane gak tau namanya, dia janjian dengan temannya untuk berburu
burung, setelah bertemu di rumah sepupu ane, berangkatlah mereka menuju ke
tempat kebon seberang kali. pada waktu itu deni menolak karena dia warga situ,
jadi dia tahu tentang seluk beluk angkernya tempat itu, apalagi ditambah dengan
masih angetnya berita nenek tewas kecelakaan kereta api. Tapi temannya
meyakinkan bahwa tiga orang gak bakalan takut kalau bertemu penampakan.
Sekitar jam 8 nan mereka berangkat dengan membawa 2 senapan angin dan 2 senter
menuju ke sebuah kebon seberang kali, diseberangnya pas ane lihat penampakan
bersama tedy.
Setelah beberapa jam dia tidak mendapatkan hasil yang diburunya akhirnya teman
yang satunya mengajak ke kebon kosong pinggir rel angker itu. Deni pun menolak
lagi ajakan mereka, hingga akhirnya deni pun menurutinya.
“Den, coba yang disana aja yang nyebrang kali aja!” pinta temanya sambil
menunjukkan tempat kebon kosong tersebut
“Gak.. Sini aja gak jauh2 kesitu!” Jawab dia
“Ayo kita kesana aja, disini gak ada hasil.” Kata teman yang satunya
“Udah gak usah mendingan kita ke arah sana aja” Jawab deni kembali menunjukan
kebon yang agak jauh dari rel
“Ya udh kita yang kesana aja,” Kata temannya sambil mengajak ridwan,
“Kamu yang kesitu aja sendiri!” kedua temannya lantas berjalan menyebrang
menuju jembatan rel.
Deni pun akhirnya ikut dengan kedua temannya, jika agan hobi menembak atau
memasang burung pasti akan tertarik dengan tempat kebon samping tersebut.
Dia merasa was-was apalagi dia tahu dengan kejadian yang ane alami, menambah
ketakutan dalam dirinya. Hingga akhirnya mereka menyebrang jembatan rel dan
menuju ke kebon kosong itu.
“Kamu takut setan ya den?” tanya temannya
“Disini tempatnya agak angker, banyak terjadi kecelakaan disini.” Jawab deni
singkat
“Yang penting kalian gak usah macam-macam.” Tambah deni.
Tibalah mereka ke kebon kosong itu, dan mereka mulai mencari burung dengan
senter yang dibawa mereka, setelah beberapa jam kemudian mereka memutuskan
untuk pulang karena malam sudah mulai larut, dan kedua temannya menyetujuinya.
Deni bersyukur pada waktu karena dia tidak melihat penampakan hantu atau
mengalami kejadian aneh, mereka akhirnya menuju ke rel untuk menyeberang di
jembatan rel lagi. Tapi setelah sampai rel temannya tertarik dengan pepohonan
yang rimbun disekitar rel, sekitar 10 meter dari tedy yang pingsan kedua (Di
pict).
“Disini kayaknya ada burungnya.” Kata salah satu temannya sambil menyenter ke
arah pepohonan,
“Iya itu ada.. coba tembak.” Katanya teman yang satunya
Deni pada waktu itu hanya fokus untuk melihat sekitar , kali aja ada penampakan
dan sisi kanan kirinya jika tiba-tiba ada kereta lewat.
Hingga terdengarlah sesuatu suara dari rerumputan, dibelakang deni. Dia mengira
bahwa suara tersebut suara dari hewan.
“Kresek.. kresek..” Bunyi salah satu suara di balik rerumputan di bawah pondasi
rel kereta api.
Segeralah deni menyinari sumber dari suara tempat tersebut dengan senter yang
dipegang dirinya, dia belum menemukan sesuatu apa yang dia dengar, sementara
teman yang satunya fokus ke arah pohon dengan mengarahkan senapan anginnya dan
teman yang satunya lagi menyinari apa yang mau dibidik.
“Derrrrr...” terdengar bunyi suara senapan angin,
“Waahhh kena jatuh tuh..” Ucap salah satu temannya
Ridwan yang membawa senter itupun langsung turun ke pondasi rel dan menuju
rerumputan jatuhnya burung yang di tembak, sementara deni teman satunya hanya
menunggu diatas pondasi.
“Kemana tadi jatuhnya?” tanya salah satu temannya
Setelah mereka mencari burung yang ditembak, salah satu teman mendengar suara
yang sama seperti deni dengar,
“Kresek.. Kresek..” Suara itu muncul dari semak semak
Hingga akhirnya...
Ridwan yang turun ke pondasi rel itu dengan kagetnya melihat seorang sosok
nenek yang sedang membungkuk disekitar rerumputan seperti mau mengambil
sesuatu. Dia yang turun ke pondasi rel sempat menengok ke deni dan teman yang
satunya di atas pondasi rel dan melihatnya. Dia pikir deni dan temannya juga
melihat apa yang dilihat.
“Lagi cari apa mbah?” tanya ridwan ke nenek tersebut
Nenek itu tetap membungkuk tidak memperdulikan ucapan ridwan. Ridwan pun
sedikit mundur dari nenek itu karena dia kaget. Ridwan berpikir kalau nenek itu
orang gila pada waktu itu.
“Mbahhh..” Ucap ridwan lagi
Nenek itu tetap diam, dan menunduk ke arah rerumputan, sementara deni dan
temannya bingung dengan apa yang dialami ridwan. Deni sedikit mengerti pasti
ada keanehan yang terjadi pada ridwan.
“Naik aja wannnn!!!” pinta deni ke ridwan
Ridwan yang merasa kasihan sekaligus kaget, dan penasaran apa yang di cari dari
nenek itu dengan menyinari sekitar bawah dari nenek itu, tetapi karena
rimbunnya rerumputan disekitar nenek itu jadi dia tidak tau apa yang nenek
cari.
“Cari apa mbah??” ridwan mengulangi pertanyaannya ke nenek itu,
Nenek itu lalu menghadap ridwan dan menjawab,
“TOLONG CARIKAN TANGAN SIMBAH LE!!!” jawab simbah dalam suara
seraknya
Seketika senter ridwan dihadapkan ke badan nenek itu, dia mendapati tangan
nenek itu yang putus, dengan daging dan tulangnya terlihat serta darah yang
masih terdapat dilengannya.
Ridwan langsung menaiki pondasi rel tersebut dengan gugup, sampai-sampai senter
yang dia bawa terjatuh tanpa diambilnya. Sementara deni langsung mengajak
kawannya untuk berjalan menyebrang menuju jembatan rel, akhirnya ridwan mulai
menyusul dari belakang dengan tergesa-gesa.
Setelah melewati jembatan rel baru ridwan mengatakan kepada deni dan temannya
tentang apa yang dia lihat.
“Kamu liat gak tadi ada nenek-nenek yang dibawah rel?” tanya ridwan
“Nenek apaan??” jawab temen yang satunya
Sementara deni hanya diam dan mempercepat langkah kakinya agar cepat sampai
kerumah. Hingga akhirnya sampailah dirumah deni.
“Kalian diomongin gak percaya kalau disitu tempatnya angker!” ucap deni
Sementara kedua temannya itu diam, dan kemudian mulailah pembicaraan lagi,
“Emang kamu lihat apa?” tanya temennya
“Aku lihat nenek-nenek bungkuk terlihat sibuk mencari sesuatu .... tadi pas di
bawah rel pas mau cari burung yang kita tembak...” Jawab ridwan sambil
terbata-bata
“Kita gak liat apa-apa, tadi aku sempat bingung kamu ngomong sama siapa!” ucap
temannya
“Terus gimana?” tanya deni
“Nenek itu terus mencari sesuatu, setelah itu dia menjawab bantuin cari tangan
simbah le, begitu.” Jawab ridwan
“Disana baru di tiga hari kejadian kecelakaan kereta api, penampakan yg kamu
lihat adalah penampakan nenek yang korban tewas kecelakaan, dan asal kamu tau,
tangan si nenek itu hilang!!!!” Ujar deni
“Haaaahhh... Apa den?” jawab kedua temannya
Mereka terkejut mendengar perkataan dari deni. Tapi dengan kejadian tersebut,
ridwan bukannya takut tapi mengajak deni dan temannya untuk mengobati rasa
penasarannya, apa yang dia cari nenek itu. Mungkin saja nenek itu memang berada
disekitar situ.
“Tapi kayaknya nenek itu mencari tanggannya deh.” Ucap ridwan
“Soalnya nenek itu kelihatan sibuk mencari sesuatu, mungkin aja tangannya.”
Tambah ridwan
“Hmmmm... mungkin.” Jawab deni
“Gimana kalau besok kita kesitu, lihat tempat kemarin?” tanya ridwan
“Apalagi senter ku jatuh disitu, sekalian ambil senternya.” Tambah ridwan
Deni sebenarnya gak mau kesana, karena penampakan nenek tersebut seperti
penampakan lainnya, hanya menakuti orang yang lewat, tapi dengan dengan bujuk
kedua temannya akhirnya deni pun mau.
Besoknya mereka menuju ke tempat tersebut,
Setelah mengamati tempat dimana penampakan nenek itu mencari tangannya,
beberapa jam kemudian ketemulah tangannya dari nenek itu gan. Mereka sangat
kaget, dengan apa yang dilihatnya. Tangan dari nenek itu sudah hampir hancur
membusuk, banyak lalat dan semut di tangan nenek itu.
ASAL AGAN TAU!! ORGAN TANGAN NENEK YANG LEPAS ITU DI TEMUKAN SEDANG
MENGGENGGAM SENTER YANG JATUH KEMARIN MALAM!! SUNGGUH KEJADIAN ANEH DAN TAK
MASUK AKAL DITERIMA DENGAN AKAL SEHAT.
Deni dan teman-temannya pun langsung memanggil warga untuk meminta pertolongan,
apalagi dengan melihat kejadian yang sangat aneh dialaminya. Dia menjadi takut
untuk mengambil potongan organ tangan nenek itu.
Dalam hati ridwan pada waktu itu, “Jelas-jelas penampakan nenek itu berada
sekitar dua meter dari dirinya dan senternya yang jatuh, kalau bersebalahan
antara tangan si nenek itu dengan senternya masih masuk akal.”
Setelah beberapa menit kemudian warga mulai berdatangan untuk melihat salah
satu tangan nenek korban kecelakaan yang hilang itu.
Spoiler for Lokasi kejadian RIFKY":
Spoiler for "Lokasi penemuan tangan":
Source : Tyazscream
Posting Komentar untuk "Part 14: Rel Kereta Api Angker - Penampakan Nenek Tanpa Tangan"
Posting Komentar