Part 13: Rel Kereta Api Angker - Pasar Tiban Hantu Disekitar Rel Kereta Api
Apa yang dikatakan bapaknya randi ternyata gak kalah serem dengan apa yang ane alami, karena dia warga situ jadi dia tau banyak tentang kejadian-kejadian yang tak masuk akal terjadi disekitar rel kereta api. Ane juga tau sekarang kenapa ditempat tersebut tidak diberikan lampu. Karena pernah para warga bergotong royong untuk memberikan lampu disekitar buat penerangan jalan. Akan tetapi lampu banyak yang mati, padahal baru dipasang. Hal tersebut terjadi beberapa kali. Hingga para warga pun enggan memperbaiki dan membiarkan tempat tersebut gelap. Apalagi disekitar utara rel, banyak rerumputan liar yang dibiarkan tak terawat, menambah serem tempat itu.
Jalan lurus yang ane foto setelah lorong rel tersebut, ternyata disitulah
tempat pasar tiban hantu. Awal mulanya pasar tiban hantu dialami oleh penjual
sosis yang sedang menajajakan dagangannya, dia menaiki sepedanya di jalan
sebelum masuk gang perkampungan warga, kemudian dia menengok ke arah rel
tersebut, apa yang dia lihat adalah tempat tersebut terang dengan banyak lampu
tampak keramaian disitu. Dia pun tertarik untuk menjajakan dagangannya. Dia tau
kalau dia berjualan dijalan setelah lorong rel tersebut. Apa yang dilihat
penjual sosis itu disana banyak pedagang yang menjual dagangannya dan banyak
juga pembelinya.
Dia heran dengan apa yang dialaminya, banyaknya orang yang berada disana tapi
apa yang dijualnya tak ada satupun yang laku. pada waktu dia gak berpikir yang
aneh-aneh, dia hanya berpikir mungkin belum rejekinya.
Hingga minggu berikutnya dia menjajakan dagangannya lagi, kali ini dia dengan
temannya si penjual mainan anak-anak seperti pedagang yang jual di sekolah SD.
Mereka menaiki sepeda sendiri-sendiri menuju tempat tersebut. Tapi apa yang
mereka dapatkan? Tempat tersebut sepi, gelap, dan hanya kebon kosong dan kebon
tebulah yang ia lihat. Berbeda dengan sebelumnya, dia melihat banyak orang
serta banyak penjual yg berada disitu. Seketika itu si penjual sosis dan mainan
itu menjadi bingung dengan kejadian yang terjadi.
Mereka pun memutuskan untuk ke arah perkampungan warga, hingga tibalah si
penjual sosis dan mainan itu di sebuah warung warga sekedar istirahat minum,
“Mbak kok tumben sepi, gak ada pasar tiban ya?” tanya penjual sosis itu,
Kebetulan juga bapaknya randi ditempat warung tersebut,
“Pasar tiban??? Pasar tiban yang mana pak?” jawab pedagang warung yang bingung
dengan pertanyaan dari penjual sosis,
“Pasar tiban yang disitu mbak, yang deket rel itu?” ucap si penjual sosis
Bapaknya randi pun ikut mendengar percakapan si penjual sosis itu, dan dia
menjelaskan tentang perihal tempat disitu.
“Disitu gak ada pasar tibak pak?” jawab bapaknya randi menyambung.
“Tapi saya kemarin kesitu... kok ada pasar tiban pak?” Ucap si penjual sosis
itu
“Bapak bukan orang sini ya?” tanya Mbak pedagang warung,
“Iya bukan.” Jawab singkat penjual sosis tersebut.
“Pak disana gak ada pasar tiban atau apapun. Yang dilihat bapak mungkin salah.”
Ucap bapaknya randi, tanpa memperjelas angkernya tempat itu.
“Tapi pak..” kata si penjual sambil memandang temannya seakan gak percaya.
“Yang dilihat kamu kali aja salah.” Kata penjual mainan
Gak lama kemudian mereka pun memutuskan untuk balik pulang ke rumah, dan
tentunya dengan melewati kebon kosong itu gan. Setelah didalam perjalanan si
penjual sosis itu mendengar suara seseorang yang memanggil dari kejauhan tepat
disamping kebon kosong. (tempat yang dulu agus mesum). Sedangkan si penjual
mainan melihat sosok dari sekitar lorong rel yang kelihatan melambai tangannya.
Mereka belum merasakan kejadihan aneh, hingga akhirnya ditengah jalan kebon
itu, si penjual sosis berhenti, dia penasaran siapa yang memanggil. Sedangkan
teman yang satunya melaju sepedanya menuju ketempat sosok mahluk muncul
terlihat melambaikan tanganya di sekitar rel tersebut.
Beberapa saat kemudian terdengar suara cekikikan di sekitar kebon dengan
kemunculan sosok wanita yang wajahnya berdarah, keriput, dan pucat. Sedangkan
dari kejauhan nampak si penjual mainan mengayuh sepedanya ke arah perkampungan.
Dan akhirnya mereka pun lari kembali ke warung perkampungan warga.
“Pak.. Pak.. Disana ada penampakan!!” kata mereka
“Saya melihat sosok lelaki yang melambaikan tangannya seperti menyuruh saya
kesitu, setelah saya mendekatinya tiba-tiba kepalanya seperti terpotong dan
jatuh ke tanah Pak...” Ucap si penjual mainan.
“Disana itu tempatnya angker, dan banyak orang yang lihat penampakan disitu.”
Kata bapaknya randi
“Saya juga melihat sosok wanita yang wajahnya pucat, keriput dan berdarah-darah
diareal kebon.” Tambah si penjual sosis
“Disana memang banyak mahluk halus yang sering menampakkan dirinya, dan yang
mengalaminya rata-rata bukan orang dari kampung sini” Kata pedagang warung
“Kalau pasar tiban yang bapak lihat itu mungkin karena banyak mahluk halus yang
menghuni disitu.” Tambah bapaknya randi,
Kemudian penjual itu diam, nampak takut, sekaligus kasihan. Akhirnya mereka
pulang dengan melewati jalan lain yang lebih jauh. Karena ane tau letak desanya
penjual sosis itu, kalau lewat muter bisa sampai lebih dari 1 jam.
Note: Untuk lokasinya habis lorong rel kereta api yang jalannya lurus. lihat
di pct part sebelumnya.
Source : Tyazscream
Posting Komentar untuk "Part 13: Rel Kereta Api Angker - Pasar Tiban Hantu Disekitar Rel Kereta Api"
Posting Komentar